0 Demokrat Akan Beri Masukan Walikota Medan untuk Penanganan Banjir

Medan, (Analisa)

Meski air yang menggenangi rumah penduduk Kota Medan sudah surut, namun masyarakat belum fokus mencari nafkah atau memasak makanan untuk keluarga. Para korban masih direpotkan menata kembali rumah mereka.
Melihat kondisi ini Partai Demokrat Sumut turun ke lapangan ikut dalam tanggap darurat dengan membagi-bagikan 1000 nasi bungkus yang dibagikan ke 7 Kecamatan yang terkena banjir, Sabtu (2/4). Kecamatan tersebut adalah Medan Maimun, Medan Baru, Petisah, Polonia, Tuntungan dan Medan Marelan.
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, HT Milwan begitumengetahui kondisi di lapangan langsung memerintahkan para kader Demokrat terutama Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sumut dan DPRD Kota Medan untuk bertindak konkrit. Dengan kerja yang cepat, tim yang diketuai Belly Simanjuntak langsung menyediakan 1000 nasi bungkus yang disalurkan melalui Ketua PAC, Sabtu (2/4) di Sekretariat DPD Partai Demokrat Sumut Komplek Ruko Multatuli.
Nasi bungkus diserahkan secara simbolis kepada ketua-ketua PAC oleh Belly Simanjuntak, didampingi Anggota DPRD Sumut Drs M Yusuf Siregar, Hj Melizar Latif SE Ak, Pj Sekretaris DPC P Demokrat Kota Medan Ir bangun Tampubolom MS, dan lainnya.
Pertolongan pertama
Bely mengatakan, bantuan ini diberikan sebagai pertolongan pertama kepada para korban banjir yangmasih dirundung kesedihan. Tindakan cepat ini sekaligus membantu Pemko Medan yang bertindak secara keseluruhan untuk para korban.
"Kita tahu kerja Pemko Medan cukup berat dalam menangani bencana banjir ini," jelas Belly.
Menurut Belly, bukan hanya bantuan nasi bungkus yang dilakukan Demkrat, tapi partai ini terus memantau perkembangan di lapangan dan siap membantu apa saja yang diperlukan masyarakat. Setiap saat kader Demokrat yang ada di PAC-PAC turun memberi bantuan dan memberilaporan ke DPD dan berkoordinasi dengan DPC dan DPD hal-hal apa yang berkembang di lapangan.
Bangun Tampubolon mengatakan, Partai Demokrat siap memberi masukan kepada Walikota Medan untuk penanganan banjir secara holistik (terpadu). Ini membuktikan rasa empati Demokrat kepada masyarakat. Upaya-upaya terus dilakukan Demokrat untuk meminimalisasi penderitaan masyarakat. (sug/rel)

0 Hindari Macat, Lalulintas di Bandara Polonia Dibenahi

Medan, (Analisa)
Direktorat Lalu Lintas Poldasu mencari solusi kemacatan di Bundaran Bandara Polonis dengan gelar rapat bersama Dishub Sumut, Angkasa Pura, Dinas PU Sumut di aula Dit Lantas Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (5/4).
Rapat membahas kemacatan di bundaran Bandara Polonia dipimpin Dir Lantas Poldasu Kombes Pol Drs. Bambang Sukamto, SH, MH dihadiri Kadis PU, Gunawan, Dishub Sumut, Suriono, Ir Herman Sinar, MM, manager teknik umum mekanikal dan peralatan Angkasa Pura, Kasat Lantas Polresta Medan Kompol I Made Ary Pradana, dan unsur terkait lainnya.
Kombes Bambang Sukamto menjelaskan, Bandara Polonia merupakan pintu gerbang Sumatera Utara pada umumnya dan khususnya Kota Medan, walaupun Bandara Polonia dalam waktu dekat akan dipindahkan ke Kuala Namu.
"Tapi sambil menunggu kepindahan ini kita tidak membiarkan kemacatan ini terjadi di Bundaran Bandara," tukasnya.
Dahulu, lanjutnya, Bandara Polonia tidak serapi sekarang dengan pola penerbangan yang banyak kemudian mempengaruhi arus lalulintas di Medan terutama di seputaran Bandara Polonia ini.
Jadi sambil menunggu pemindahan Bandara Polonia ini, pihaknya bekerjasama dengan Pemko Medan sudah berulang kali melakukan kordinasi tentang pembenahan jalur-jalur lalu lintas, mulai dari penataan trotoar, taman dan jalan dilakukan sesuai dengan kondisi keuangan.
Tapi sesungguhnya ini pihaknya bersama pihak Angkasa Pura, Dishub, Dinas PU dan Sat Lantas bersama-sama bagaimana memikirkan kemacatan arus lalulintas di Bundaran Polonia sambil menunggu dipindahkan bandara ini.
Pembenahan
"Sehingga harus dilakukan pembenahan di seputaran Bundaran Polonia mulai dari sirkulasi arus lalulintas maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya," jelas Kombes Bambang.
Untuk itu, papar Kombes Bambang, untuk mengurangi kemacatan arus lalulintas di Bundaran Bandara Polonia, dua pintu gerbang masuk ke bandara akan dibuka.
"Sehingga mobil yang masuk ke bandara langsung mengambil karcis sehingga tidak ada antrian di belakangnya. Pembayaran karcis dikutip ketika mobil keluar," jelasnya.
Pintu keluar dari bandara juga akan dibuat dua. Satu mobil yang keluar langsung belok kiri menuju Jalan Mustang sedangkan satu lagi terus menuju ke Jalan Adi Sucipto atau Jalan Imam Bonjol Medan.
"Jadi mobil yang keluar dari pintu kiri menuju Jalan Mustang tidak boleh belok kanan, memotong" jelasnya.
Setelah ini dilakukan pelatihan-pelatihan maupun uji coba lalulintasnya sehingga diharapkan wajah awal Kota Medan dari Bandara Polonia bisa menunjukkan kesan yang baik sekaligus lalu lintas di seputaran ini baik dan tidak menimbulkan permasalahan lagi.
"Jadi sebelum Bandara Polonia ini dipindahkan, kita tetap melakukan penataan lalu lintas dengan baik," jelas mantan Kapoltabes Medan ini.
Kerjasama
Ini perlu kerjasama yang baik antara PT Angkasa Pura, Pemko Medan, Dinas PU, Dishub, Satlantas Polresta Medan, Ditlantas Poldasu.
"Sehingga satu persatu permasalahan lalulintas di Kota Medan bisa kita selesaikan. Walaupun kita tahu masyarakat belum sejalan dengan perkembangan ini," tukas Kombes Bambang Sukamto.
Sementara itu, Suriono dari Dishub Sumut mengatakan, setiap hari pihaknya melakukan penertiban terhadap penarik beca, taksi dan kendaraan yang parkir di lokasi.
"Setiap hari kita melakukan penertiban di bundaran Bandara Polonia bersama Sat Lantas Polresta Medan," jelas Suriono.
Mungkin lanjutnya, kira harapkan kesadaran dari masyarakat atau pengemudi bettor, taksi, jangan parkir di seputaran bundaran Bandara Polonia akan dibuat larangan parkir, stop dan dibuat traffick ligh.
"Kalau ini dipatuhi pemakai jalan sedikit menolong kelancaran arus lalulintas," jelasnya.
Sedangkan Ir Herman Sinar, MM, manager teknik umum mekanikal dan peralatan Angkasa Pura, bulan April ini akan dilakukan pengerjaannya.
"Dalam bulan ini pekerjaan kita mulai," tegasnya. (aru/rel)

0 BI tak menjamin nasabah?

IRWAN SITINJAK
WASPADA ONLINE


(Istimewa)
MEDAN – Maraknya kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum perbankan mencerminkan minimnya proses pengawasan dan pengontrolan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) terhadap seluruh bank yang ada di Indonesia. Padahal bank-bank tersebut berada dibawah naungan BI sebagai ‘induk’ perbankan di Indonesia.

Insiden ini sangat berpengaruh bagi eksistensi perbankan, karena kepercayaan masyarakat untuk menginfestasikan uangnya di bank akan menjadi minim.

Anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara (Sumut), Arifin Nainggolan mengatakan, hal ini terjadi karena minimnya pengawasan BI terhadap tata cara atau Standard Operating Procedure (SOP) oleh bank operasional atau bank pelaksana.

“Bank Indonesia tidak menjamin perlindungan kepada nasabah dan tidak menjaga seutuhnya para konsumennya,” ujar Arifin kepada Waspada Online, pagi ini.

Politisi dari Partai Demokrat Sumut ini menyatakan, kontrol Bank Indonesia masih sangat kecil. Hal ini sangat jelas terlihat, karena tidak ada sanksi yang diberikan oleh BI kepada bank operasional untuk membentuk SOP bank operasional. “Setiap bank terlalu bebas membentuk SOP-nya masing-masing sehingga tidak ada pengendalian dari Bank sentral,” tuturnya.

Arifin mencontohkan, bunga kartu kredit perbulannya mencapai 1,5 % sampai 2 %, dan kemungkinan naik sangat besar, sebab tidak ada control dari BI. Padahal, menurutnya, negara-negara lain sudah mengawasi persoalan perbankan operasional.

“Bahkan bunga deposito bisa sampai 21 % per tahun. Benar-benar tidak ada pengawasan dari Bank Indonesia,” tandasnya.

0 Fraksi PKS Desak Test Urine Di Lingkungan DPRD Sumatera Utara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak agar segera dilakukan test urine di lingkungan anggota DPRD Sumut. Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, H Hidayatullah SE, test urine perlu dilakukan dalam upaya menggiatkan semangat kerja wakil rakyat.

"Test urine merupakan salah satu poin yang kita layangkan melalui surat kepada pimpinan dewan," kata  Hidayatullah menjawab wartawan, Senin (04/04/2011).

Dia juga tak membantah jika wakil rakyat di DPRD Sumut kini sedang dalam sorotan masyarakat terkait lemahnya kinerja, dan anggota dewan juga dituding jarang masuk kantor. Selain usulan test urine, Fraksi PKS DPRD Sumut juga akan mengusulkan rasionalisasi anggaran APBD di lingkungan DPRD Sumut, terkait banyaknya sorotan negatif masyarakat kepada lembaga legislatif ini.

Menurut H Hidayatullah, fraksinya akan mengusulkan pembatalan anggaran kunjungan ke luar negeri yang tertera dalam APBD 2011 mencapai angka Rp 10 miliar.

"Usulan lainnya yang akan kita buat dalam surat dan ditujukan kepada pimpinan dewan, adalah pembatalan kunjungan keluar negeri," kata Hidayatullah. Menurutnya, anggaran untuk ke luar negeri di nilai kurang rasional, dengan kondisi rakyat saat ini.

Penulis : Adol Frian Rumaijuk
Editor : Budi
Sumber : Tribun Medan

0 Penjual Tiket Palsu Pertandingan PSMS Diamankan

Laporan Waratwan Tribun Medan/Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polsekta Medan Kota mengamankan Adam Bakri (56) penduduk Jalan Rahmatsyah/Japaris, Kelurahan Kotamatsum I, Kecamatan Medan Area, karena menjual tiket palsu pertandingan sepakbola antara PSMS Medan versus PS Bengkulu, Minggu (3/4).

Dari tangan tersangka, Polisi menyita satu blok karcis tribun tertutup
sebanyak 50 lembar masing-masing seharga Rp 50 ribu. Kemudian satu blok karcis tribun terbuka sebanyak 50 lembar seharga Rp 20 ribu.  

Menurut Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, tersangka ditangkap setelah pihak PSMS Medan melaporkan dugaan peredaran tiket palsu.

"Awalnya masyarakat yang membeli tiket tersebut curiga karena jadwal pertandingan masih lama, tetapi karcis sudah beredar. Kemudian kecurigaan itu dilapor ke pengurus PSMS Medan dan diteruskan kepada kita," ujar Sandy.

0 Parit Meluap

 Analisa
Analisa/junaidi gandy. Dua pengendara sepeda motor melintasi jembatan parit busuk di persimpangan Jalan Gandhi dan Jalan Emas Medan yang meluap hingga ke badan jalan, Minggu (3/4).

Hujan lebat selama satu jam yang mengguyur Kota Medan mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir karena daya tampung parit atau drainase tidak memadai.

0 Gedung Akbid Senior Medan Ambruk, 9 Mahasiswi Tertimbun


RUBUH: Ruangan Akbid Senior Jalan Bahagia Padang Bulan yang salah satu sisinya rubuh, tadi malam (3/4).

SumutPos
Bangunan 4 Lantai Keropos Diduga Akibat Banjir
MEDAN-Gedung Kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Senior Jalan Bahagia Gang Pelita Nomor 32, Padang Bulan, Medan ambruk sekitar pukul 21.00 WIB, tadi malam. Konstruksi bangunan yang lapuk diduga menjadi penyebab runtuhnya bangunan empat lantai itu.
Bangunan yang bissanya menampung 1.200 mahasiswa itu rubuh di dua bagian. Pertama berukuran 4 X 5 meter persegi runtuh dari lantai empat hingga lantai satu dan kemudian berukuran 4 X 5 meter persegi dari lantai dua ke lantai satu.
Sembilan mahasiswi dikabarkan ikut terjatuh bersama bangunan dan tertimbun. Tim evakuasi masih terus bekerja mencari. Seorang anggota Tim SAR memastikan, ada korban jiwa di reruntuhan namun belum bisa dipastikan jumlahnya.
Satu ambulans sudah disiagakan tetapi belum ada korban yang ditemukan.
Karena kendala peralatan, pencarian korban tidak bisa maksimal. Evakuasi optimal baru akan dilakukan esok pagi. “Kalau tak ada alat berat, kami tidak bias mengevakuasi,” kata petugas tersebut.
Pantauan Sumut Pos di lapangan, gedung Kampus Akbid ambruk di bagian kanan setinggi empat lantai. Sementara di sudut kanan gedung yang merupakan bagian dari Universitas Generasi Muda Medan itu ambruk hingga lantai dua. Dan gedung tersebut dalam keadaan miring.
“(Ruang yang runtuh) itu jemuran dan kamar siswa. Karena dengar suara seperti gempa kami lihat siswa banyak yang sudah turun. Mudah-mudahan tidak ada korban,” ungkap dua siswi tingkat dua asal Sibolga dan Serdang Bedagai yang tak ingin namanya disebut.
Keduanya lalu menuturkan, saat banjir Jumat (1/4) lalu, gedung itu terendam hingga 3 meter. Pascabanjir, bangunan mengalami keretakan diduga akibat terkikis air. Bagian kanan gedung memang berbatasan langsung dengan Sungai Babura. Bahkan pondasi gedung terlihat langsung tertanam ke dalam sungai.
Hal itu menyebabkan keduanya dan mahasiswi lainnya mengambil sikap waspada. Gedung yang ambruk dilantai empat merupakan ruang bangsal asrama perempuan. Lantai tiga, ruang belajar mengajar mahasiswa.
Seorang mahasiswa menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sebagian mahasiswa sudah ada yang tertidur, mandi. Sebelum ambruk, ibu asrama bermimpi jika gedung asrama tersebut ambruk pada Sabtu (2/4) lalu.
Untuk sementara para mahasiswi ditampung di dua tempat yaitu Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan masjid terdekat. Sementara di gereja sempat terjadi kekalutan. Salah seorang masyarakat mengaku belum menemukan saudaranya Nuri. “Maksudnya biar kita tarik daripada trauma. Nomornya bisa dihubungi tapi gak diangkat,” aku pria yang tak ingin namanya disebut.
Hingga pukul 24.00 WIB, mahasiswa belum diperbolehkan masuk ke gedung. Mahasiswa sedang didata pihak kampus. Dikumpulkan di gereja GBKP yang berada persis didepan kampus.
Puluhan orangtua dan keluarga mahasiswa terlihat ada yang menjemput mahasiswa untuk dibawa pulang. Atau pun melihat kondisi setelah mendengar kabar tersebut.
Sementara, belasan orangtua mahasiswi menuntut kejelasan pihak yayasan sebagai pihak yang dianggap paling bertanggung jawab. Karena pihak yayasan dianggap tak kunjung memberi kejelasan, belasan orangtua itu dibawa pihak ayaysan ke sebuah rumah di Jalan Mawar. Belum diketahui ke rumah mana para orangtua tersebut dibawa. Pukul 01.20, pihak yayasan kembali membawa orangtua mahasiswa yang belum ditemukan tersebut dalam tiga mobil ke arah padang bulan.
Sementara itu, 20 petugas brimob berseragam lengkap yang berjaga di lokasi meminta makan dan minum dari pihak yayasan. “Brimob juga manusia,” ungkap salah satu dari mereka.
Akibat banyaknya massa yang menonton kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting macet akibat warga yang penasaran melihat runtuhnya gedung. Terlihat sejumlah polisi dilokasi. Namun, garis polisi belum terpasang. (jul/adl/saz/mag-8/mag-9)

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Koran Medan is proudly powered by Blogger