0 Blogger Sumut, Satukan Sumatera Utara di Dunia Maya


KOPDAR: Ekspresi sebagian besar anggota Blogger Sumut 
saat Kopi Darat (Kopdar) beberapa waktu lalu.
//Blogger Sumut for sumut pos

Sumut Pos
Perkembangan teknologi saat ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Teknologi informasi misalnya, yang dapat memperluas pergaulan juga menambah wawasan seseorang dengan saling
berbagi informasi.
Inilah yang dilakukan komunitas bloger se-Sumut yang bergabung di Blogger Sumut sejak 8 Juni 2008 silam. Dari keinginan untuk berbagi informasi, Said, Indra, Ismail, Parlin, pun sepakat untuk membentuk satu wadah bagi pemilik blog di Sumatera Utara. Di mana nantinya berbagai informasi yang ada dapat memberi kontribusi positif bagi perkembangan dunia pariwisata di Sumut.
“Selain dari individu, kita juga datang dari komunitas blog kota Medan yang punya persamaan yaitu berbagi informasi positif untuk perkembangan. Tidak hanya bagi wawasan dan pengetahuan sesama anggota, juga untuk masyarakat sekitar khususnya generasi muda,” ucap Ketua Bloger Sumut, Said beberapa waktu lalu.
Namun daya tarik yang ada dari teknologi informasi ini dan jaringan yang sudah ada sebelumnya membuat keberadaan komunitas ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kini sudah tercatat seratusan anggota yang bergabung di dalamnya. Bahkan untuk menampung segenap aspirasi anggotanya, komunitas ini membentuk perwakilan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Asahan (Rizal Pulungan), Kabupaten Batubara (Rahman, Khairul, dan Ismail), Kabupaten Dairi (Poltak Simanjuntak), Kabupaten Deli Serdang (Chazali Husni), Kabupaten Karo (Abdul Lathif Manjorang), Kabupaten Langkat (Tusyalrasid), Kota Binjai (Ibrahim), Kota Medan (Julfan, Sutan Pamaleh, Nich, dan Adieska), dan Padang Sidempuan (Wahyu Hidayat).
Seperti komunitas pada umumnya, Blogger Sumut juga sudah menggelar beberapa kegiatan di samping agenda rutinnya. Ya untuk membangun koordinasi sesama anggota, komunitas ini menggelap kopi darat (kopdar) setiap Jumat di tempat tongkrongan remaja Kota Medan. Seperti Kopi Tiam Ong dan Kedai Coklat Jalan dr Mansur Medan.
Di situ mereka menggelar pembahasan dari berbagai topik. Baik itu politik, sosial budaya, dan pastinya perkembangan dunia teknologi informasi. Tak jarang dari pembahasan yang digelar muncul ide-ide segar di antara peserta. Hal itu pun kemudian dituangkan dalam blog yang nantinya di share dengan anggota lainnya. “Ya di kopdar itu kita biasa saling tukar ide. Bila ada yang menemukan kendala untuk pengembangan blognya di situ kita coba cari solusi. Nantinya kita bagi melalui Blogger Sumut sehingga anggota lainnya bisa juga mendapat,” jelas Indra.
Ya seperti bagaimana cara mengoptimalkan blog yang kita miliki. Seperti yang kita ketahui blog yang awalnya hanya untuk menyalurkan hobi menulis kini berubah dimana weblog sebagai media beriklan yang sangat diperhitungkan, bahkan dalam beberapa hal mengalahkan media arus-utama semacam suratkabar dan majalah. Pemilik blog pun berpeluang memperoleh penghasilan hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Hal itu pun telah dibuktikan salah satu anggota Blogger Sumut Parlindungan Sinaga (23) yang menjadi blogger sejak 2008 silam. Lewat blog yang dapat dilihat di http://parlinsinaga.com, Parlin tidak lagi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan bulanannya.
Sementara itu sejak berdirinya, beberapa kegiatan pun sudah digelar. Seperti Workshop Blog Untuk Guru di sekolah Namira Medan, Februari 2009, Workshop Blog Untuk Pemula di Kedai Chocolate Medan. Blogger Sumut juga turut meramaikan Launching Komunitas Blogger Telkomsel (T-Blogg Community) di Merdeka Walk Medan. Lomba Nge-Blog HUT Telkomsel-14, Buka Bareng Blogger Sumut, Lebaran Bersama Blogger Sumut, Pesta Blog 2009, dan Pesta Blog 2010 di Gardenia Resto Medan. Untuk mengetahui kegiatan Blogger Sumut dapat diupdate di twitter http://twitter.com/bloggersumut. (jul)

0 Tentara Malaysia Duduki Selat Malaka, Nelayan Belawan Dijarah, TNI Siapkan Kapal Perang

Rabu, 2 Maret 2011
BELAWAN-PosMetro-Tentara Malaysia bersenjata lengkap duduki perairan selat malaka. Nelayan Belawan yang melintas dijarah hasil lautnya, dan diancam akan diadili di negaranya.

Hal itu disampaikan perwakilan pengusaha perikanan Belawan, Ir Y Sembiring yang menerima keluhan para nelayan. Aksi penjarahan oleh tentara Malaysia itu lanjut pengurus Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB) terjadi tepat di perairan Selat Malaka yang telah di budidayakan 54 rumpon/tuasan (rumah ikan) yang dibangun nelayan Belawan.

“Sekarang ini nelayan takut menuju ke wilayah itu. Karena tentara Malaysia mengklaim itu wilayah perairan mereka,” kata Y Sembiring kepada wartawan, Selasa (1/3) siang.

Tentara Malaysia yang menangkap kapal nelayan akan mengambil semua hasil tangkapan. Malah mengancam nelayan akan diadili di Malaysia. Jika nelayan menolak diboyong ke Malaysia, maka para nelayan diharuskan menandatangani surat pernyataan yang sudah disiapkan.

Kejadian itu dialami langsung dua unit kapal asal Belawan yakni KM United Baru dan KM Selamat. “Dua kapal ini jadi korban, sampai saat ini para nelayan takut melaut ke wilayah perairan Selat Malaka. Karena itu kita berharap keamanan laut lebih memikirkan nasib nelayan,” harap Y sembiring.

Hal Senada juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Medan, Zulfahri Siagian SE. Pihaknya selaku payung dari perkumpulan nelayan, mengharapkan TNI AL dalam waktu dekat segera meningkatkan patroli rutin untuk memonitoring kawasan perairan Selat Malaka Indonesia yang diklaim tentara laut Malaysia sebagai wilayah mereka. “Kita harap nantinya petugas keamanan dapat meningkatkan patroli, jangan sempat nelayan takut melaut,” harap Zulfahri.

Menanggapi hal itu, Dansat Kamla (Komandan Satuan Keamanan Laut) TNI AL Mayor Asep mengatakan, TNI AL telah mengerahkan kapal perang ke wilayah yang diklaim tentara Malaysia sebagai wilayahnya. Setelah TNI menyisir lokasi, tentara Malaysia tak lagi berada di lokasi.

“Kita sudah lakukan kordinasi dengan keamanan laut lainnya. Jadi patroli telah kita tingkatkan. Bagi nelayan jangan lagi takut melaut,” katanya.

Keberadaan tentara Malaysia itu dilaporkan tepat berada di sekitar di perairan 0422.500 U, 099.18 T 099.07 T, 0422.644 U dan 099.01 T atau kurang lebih 40 mil hingga 50 mil laut dari perairan Belawan. (ril/bud)

0 Nasional Demokrat Medan Sunggal Dideklarasikan

Medan, (Analisa)
Nasional Demokrat Medan Sunggal dideklarasikan dan deklarasi ini pertama untuk tingkat kecamatan di DPD Kota Medan bahkan pertama tingkat kecamatan di Indonesia.
Demikian disampaikan Ketua Nasional Demokrat Kota Medan, Maruli Aner Siagian pada deklarasi Kecamatan Medan Sunggal di Jalan Sei Serayu Medan,Sabtu (26/2).
Deklarasi Kecamatan Medan Sunggal ditandai dengan pelantikan berupa pemberian bendera pataka dari Ketua Nasional Demokrat Kota Medan Maruli Aner Siagian yang didampingi Sekjendnya Batara Lubis kepada Ketua Nasional Demokrat Kecamatan Medan Sunggal Anandin didampingi seluruh pengurus Nasdem Kecamatan Medan Sunggal.
Dia mengatakan DPD Kota Medan akan melantik pengurus Kecamatan lainnya yaitu 20 Kecamatan lagi paling lambat akhir bulan Mei 2011 ini. Hal ini langsung disanggupi siap seluruh pengurus Kecamatan Kota Medan yang hadir.
Ketua Nasdem DPW Sumatera Utara diwakili Wakil Ketua Drs. H. Ali Syarif mengatakan Nasional Demokrat hadir untuk gerakan perubahan".
"Kader-kader Nasional Demokrat adalah kader di daerah masing-masing, dan dimanapun berada harus tetap menjaga nama baik dan nama besar Nasional Demokrat," katanya.
Menurutnya,DPD Nasional Demokrat Kota Medan satu-satunya yang sudah berhasil lengkap membentuk kepengurusan Nasdem tiap kecamatan.
Dia berharap, dengan semangat restorasi bisa memberikan ketenangan dan kesejukan di tengah-tengah bangsa dan masyarakat.
Walikota Medan, diwakili Kata Sambutan Walikota Medan yang diwakili Staff Ahli Bidang Hukum Rasyid, SH mengatakan Nasional Demokrat berkembang begitu pesatdi Seluruh Indonesia dan sudah dibentuk kepengurusan di setiap propinsi.
Perkembangannya sampai ke akar rumput wilayah Indonesia. "Dengan adanya Nasional DEmokrat ini hendaknya bisa menjadi perekat dan contoh teladan dikemudian hari serta Nasdem ke depannya bisa mencapai tujuannya yang sukses," katanya.
Dia behrarap Nasdem bisa berkoordinasi dengan unsur muspika setempat, dan berani mengatakan "benar" jika itu memang benar, dan mengatakan "salah" jika itu memang salah.
Ketua Nasional Demokrat Kecamatan Medan Sunggal Anandin mengatakan deklarasi Nasional Demokrat Kecamatan Medan Sunggal ini deklarasi yang pertama di kota Medan bahkan di Indonesia.
Dia minta kepada seluruh pengurus tetap menjaga nama baik dan jabatan yang diembannya. "Dalam menjalankan organisasi ini siap selalu menerima kritikan demi perubahan restorasi.
Dia juga menyampaikan terimakasih kepada Pengurus Nasdem DPD Kota Medan yang telah memberikan support sejak terbentuknya cikal bakal di Kecamatan Medan Sunggal ini sampai deklarasi pelantikan.
Adapun susunan Nasdem Kecamatan Medan Sunggal, Ketua Anandin (Aboy) Sekretaris, Frankie, PPH, dan bendahara, Dra.Mailita Awaluddin serta dibantu wakil ketua, wakil sekretaris dan wakil bendara serta koordinator danpengurus lain. (maf)

0 Syamsul Arifin segera ke persidangan

Waspada Online
MEDAN – Teka-teki kapan Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, disidangkan dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratnya mulai terjawab.
Pasalnya, berkas perkara orang nomor satu di Sumut itu sedang dalam  proses penyusunan dakwaan di tangan jaksa penuntut umum, dan tidak lama lagi segera ke persidangan.

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi, menyebutkan kemungkinan berkas pemeriksaan Ketua DPD Partai Golkar Sumut itu akan segera dikirim JPU. “Kemungkinan seminggu lagi berkas Syamsul Arifin akan dikirim ke pengadilan,” kata Johan Budi kepada Waspada Online, malam ini.

Sementara itu kuasa hukum Syamsul Arifin juga menyebutkan kalau persidangan kliennya tidak akan lama lagi. “Kira-kira minggu kedua bulan Maret ini Pak Saymsul akan disidang,” ungkap Samsul Huda, kuasa hukum Syamsul Arifin dari DPP Partai Golkar.

Diketahui, Syamsul Arifin sejak 22 Oktober 2010 ditahan KPK di Rutan Salemba Jakarta. Dia menjadi tersangka penyalahgunaan APBD Langkat tahun 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar saat menjabat sebagai Bupati Langkat.

KPK sendiri telah menyita 3 unit mobil Isuzu Panther, 1 unit mobil Jaguar, 1 unit rumah mewah di kawasan perumahan Raflessia Hills dan 1 unit rumah mewah di kawasan Pejaten, Jakarta Barat. Bahkan, KPK juga telah menggeledah rumah pribadi Syamsul Arifin di Jalan Suka Darma, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor.

Dalam penangan kasus ini, KPK sudah memeriksa 268 orang saksi. Syamsul Arifin dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), dan atau Pasal 3, dan atau Pasal 8 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Editor: SATRIADI TANJUNG
(dat02/wol)

0 Kampus Tirai, Menampung Pecandu Napza dan HIV-AIDS

 
Medan, SumutPos

Kenalkan Metode Baru, Minimum Perawatan 1 Bulan
Kampus Tirai merupakan unit dari lembaga Medan Plus yang bertujuan memberikan pelayanan bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dan penderita HIV/AIDS.
Kampus Tirai Medan Plus yang terletak di Jalan Pijer Podi nomor 38, Padang Bulan, Medan ini berdiri sejak pertengahan 2005 lalu. Kampus ini memiliki program membantu pemerintah untuk menampung para pecandu Napza dan penderita HIV/AIDS secara gratis.
Seiring perjalanan waktu, Kampus Tirai ini mengalami kendala di segala bidang, hingga akhirnya tutup. Namun pada pertengahan 2010 lalu, kampus ini bangkit kembali, setelah adanya komitmen dari beberapa mantan pecandu Napza untuk membantu masyarakat yang masih ketergantungan dengan Napza.
Dalam proses pemulihan dan memberi motivasi kepada orang-orang yang ketergantungan Napza bukanlah hal yang mudah. Karenanya, Kampus Tirai saat ini membutuhkan sponsorship atau seseorang yang mau mengambil peran dalam proses pemulihan orang lain.
“Sponsorship bukan merupakan seorang pecandu, tetapi lebih efektif dan berguna jika mempunyai pengetahuan yang cukup tentang adiksi (ketergantungan),” ujar Eban, pengelola Kampus Tirai saat ditemui di kampus tersebut.
Eben menjelaskan, Kampus Tirai sudah merawat sebanyak 18 orang penyalaguna Napza dan penderita HIV/AIDS. Kampus Tirai juga memperkenalkan metode pemulihan baru dengan standart pelayanan, Intensif (rawat inap dengan minimum perawatan satu bulan) dan non intensif (rawat jalan) yang mengacu pada program pemulihan andiksi berbasis masyarakat (PABM).
“Awalnya dengn Individual konseling untuk melihat seberapa tingkat ketergantungan dan dampak lain yang berhubungan dengan lingkungan, keluarga dan penggunaan zat. Kita juga mempunyai trik manplaning yang merupakan program pemulihan yang dilakukan bersama consolar dan keluarganya. Jadi kalau dibutuhkan penanganan medis, kita akan berkordinasi dengan pihak medisnya,” ucap Eban lagi.
Kampus Tirai yang mendapatkan biaya dari beberapa donatur dan sumbangan dari keluarga yang dirawat dengan seikhlas hati mengharapkan kepada beberapa pihak untuk dapat menampung kembali bagi para mantan pecandu untuk dapat kembali kuliah, bekerja dan di tengah masyarakat.
“Semua itu tidak bisa dilakukan Medan Plus sendiri tanpa kerjasama dengan berbagai sektor,” jelasnya.
Ke depan, kata Eban, Medan Plus akan melakukan kerjasama lintas sektoral. Dia berharap, pemerintah dapat melihat kebutuhan masyarakat, khususnya dalam program pemulihan pelaku penyalahgunaan Napza dan HIV/AIDS.
Ternyata, Eban juga kesal terhadap polisi yang seharusnya dapat mengidentifikasi korban Napza. “Bagaimana polisi bisa berfikir untuk memutus mata rantai narkoba, jadi polisi jangan mengejar jumlah kasus Napza saja yang akhirnya harus mengorbankan pecandu sebagai pihak yang dirugikan dari bencana narkotika. Jadi, seharusnya negara bertanggung jawab terhadap bencana Narkoba. Di mana, aparat dan negara juga terlibat dalam peredaran Narkoba. Jadi diharapkan adanya tindakan tegas dari aparat. Kalau aparat tidak bisa mau menjadi apa negara kita ini,” ungkapnya dengan sedikit kesal.
Secara pribadi, Eban meminta kepada BNN (Badan Narkotika Nasional) mulai dari tingkat pusat sampai kabupaten/kota mengakomodir berbagai unsur, baik dari pemerintahan dan non pemerintahan harus melibatkan berbagai unsur agar tergabungnya mekanisme kontrol yang jelas.
Sekali lagi, Eban sangat mengharapkan kepada polisi agar lebih mampu mengantisipasi bagi pemakai untuk siapa yang ditolong dan ditodong. Sedangkan untuk target tangkapannya polisi bisa membedakan pemakai dan pengedar. Jadi efek jera yang dilakukan polisi tidak efektif.
“Jadi kita harapkan kepada teman-teman yang masih ketergantungan Napza bisa memanfaatkan UU Nomor 35 tahun 2009 untuk situasi yang dihadapi agar pecandu mengetahui hak-haknya,” katanya.(*)

0 DPRD Medan Tuding Walikota "Kaburkan" Aset Pemko

Medan, (Analisa)
Panitia khusus (pansus) aset DPRD Medan tuding Walikota Medan Drs Rahudman Harahap "tertutup" dan terkesan ada upaya "mengaburkan" sejumlah aset Pemko Medan.
Sebab, kinerja pansus untuk pengumpulan data dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemko Medan tidak dapat maksimal dikarenakan dinas terkait tidak kooperatif menghadiri undangan rapat pansus di gedung Dewan.
"Kita menyesalkan ketidakhadiran Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan yang mengabaikan rapat pansus asset hari ini, Senin (28/2). Ini ada apa. Kita pertanyakan ketidakhadiran SKPD apakah dapat "restu" dari Walikota apa tidak", kesal Ketua pansus aset Herry Zulkarnaen Hutajulu didampingi sekretaris Muslim Maksum dan Wakil ketua pansus Aripay Tambunan di gedung Dewan, Senin (28/2).
Pada hal kata Herry, rapat pansus aset ini merupakan rapat yang ke 4 kalinya. Dalam rapat sebelumnyapun, memang ada sejumlah utusan SKPD yang hadir namun tidak dapat memberikan penjelasan karena mengutus orang yang tidak pada bidangnya. "Makanya setiap kali rapat tidak pernah maksimal", sambung Muslim lagi.
Diakui Herry, pansus asset DPRD sudah dibentuk sejak 5 bulan lalu, namun sampai saat ini kinerja pansus masih sebatas pendataan atau tabulasi. "Data dari Dinkes dan Disdik Kota Medan belum kita terima. Pada hal SKPD yang dinsinyalir banyak penyimpangan asset seperti banyaknya sejumlah gedung sekolah dan gedung puskesmas pembantu yang alas haknya belum jelas. Tujuan pansus, seluruh aset Pemko ke depan harus memiliki sertifikat sehingga terhindar dari penyelewengan", tambah Herry.
Disambung Aripay, pada rapat sebelumnya dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP), bahwa data asset Dinkes dan Disdik Kota Medan belum terinventarisir dengan benar. Sehingga kuat dugaan penyimpangan asset sangat rentan di Pemko Medan.
Maka, kata Aripay, Walikota Medan harus membantu kinerja pansus, karena tujuannya murni menyelamatkan asset Pemko Medan sehingga ke depan aset sudah terdata dengan baik. "Bagi SKPD yang mangkir dengan undangan pansus supaya dilakukan teguran, alas an apa tidak mau hadir", ujar Aripay.
Ditambahkan Muslim, pansus mempertanyakan sikap pejabat Pemko Medan yang dinilai tidak transparan soal aset Pemko Medan. "Kita kuatir ada upaya pengaburan data asset. Tapi kami tetap optimis, kendati kinerja pansus agak lama namun kita berupaya maksimal", jelas Muslim. (sug)

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Koran Medan is proudly powered by Blogger