0 BI tak menjamin nasabah?

IRWAN SITINJAK
WASPADA ONLINE


(Istimewa)
MEDAN – Maraknya kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum perbankan mencerminkan minimnya proses pengawasan dan pengontrolan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) terhadap seluruh bank yang ada di Indonesia. Padahal bank-bank tersebut berada dibawah naungan BI sebagai ‘induk’ perbankan di Indonesia.

Insiden ini sangat berpengaruh bagi eksistensi perbankan, karena kepercayaan masyarakat untuk menginfestasikan uangnya di bank akan menjadi minim.

Anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara (Sumut), Arifin Nainggolan mengatakan, hal ini terjadi karena minimnya pengawasan BI terhadap tata cara atau Standard Operating Procedure (SOP) oleh bank operasional atau bank pelaksana.

“Bank Indonesia tidak menjamin perlindungan kepada nasabah dan tidak menjaga seutuhnya para konsumennya,” ujar Arifin kepada Waspada Online, pagi ini.

Politisi dari Partai Demokrat Sumut ini menyatakan, kontrol Bank Indonesia masih sangat kecil. Hal ini sangat jelas terlihat, karena tidak ada sanksi yang diberikan oleh BI kepada bank operasional untuk membentuk SOP bank operasional. “Setiap bank terlalu bebas membentuk SOP-nya masing-masing sehingga tidak ada pengendalian dari Bank sentral,” tuturnya.

Arifin mencontohkan, bunga kartu kredit perbulannya mencapai 1,5 % sampai 2 %, dan kemungkinan naik sangat besar, sebab tidak ada control dari BI. Padahal, menurutnya, negara-negara lain sudah mengawasi persoalan perbankan operasional.

“Bahkan bunga deposito bisa sampai 21 % per tahun. Benar-benar tidak ada pengawasan dari Bank Indonesia,” tandasnya.

0 Fraksi PKS Desak Test Urine Di Lingkungan DPRD Sumatera Utara

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak agar segera dilakukan test urine di lingkungan anggota DPRD Sumut. Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, H Hidayatullah SE, test urine perlu dilakukan dalam upaya menggiatkan semangat kerja wakil rakyat.

"Test urine merupakan salah satu poin yang kita layangkan melalui surat kepada pimpinan dewan," kata  Hidayatullah menjawab wartawan, Senin (04/04/2011).

Dia juga tak membantah jika wakil rakyat di DPRD Sumut kini sedang dalam sorotan masyarakat terkait lemahnya kinerja, dan anggota dewan juga dituding jarang masuk kantor. Selain usulan test urine, Fraksi PKS DPRD Sumut juga akan mengusulkan rasionalisasi anggaran APBD di lingkungan DPRD Sumut, terkait banyaknya sorotan negatif masyarakat kepada lembaga legislatif ini.

Menurut H Hidayatullah, fraksinya akan mengusulkan pembatalan anggaran kunjungan ke luar negeri yang tertera dalam APBD 2011 mencapai angka Rp 10 miliar.

"Usulan lainnya yang akan kita buat dalam surat dan ditujukan kepada pimpinan dewan, adalah pembatalan kunjungan keluar negeri," kata Hidayatullah. Menurutnya, anggaran untuk ke luar negeri di nilai kurang rasional, dengan kondisi rakyat saat ini.

Penulis : Adol Frian Rumaijuk
Editor : Budi
Sumber : Tribun Medan

0 Penjual Tiket Palsu Pertandingan PSMS Diamankan

Laporan Waratwan Tribun Medan/Feriansyah Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polsekta Medan Kota mengamankan Adam Bakri (56) penduduk Jalan Rahmatsyah/Japaris, Kelurahan Kotamatsum I, Kecamatan Medan Area, karena menjual tiket palsu pertandingan sepakbola antara PSMS Medan versus PS Bengkulu, Minggu (3/4).

Dari tangan tersangka, Polisi menyita satu blok karcis tribun tertutup
sebanyak 50 lembar masing-masing seharga Rp 50 ribu. Kemudian satu blok karcis tribun terbuka sebanyak 50 lembar seharga Rp 20 ribu.  

Menurut Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, tersangka ditangkap setelah pihak PSMS Medan melaporkan dugaan peredaran tiket palsu.

"Awalnya masyarakat yang membeli tiket tersebut curiga karena jadwal pertandingan masih lama, tetapi karcis sudah beredar. Kemudian kecurigaan itu dilapor ke pengurus PSMS Medan dan diteruskan kepada kita," ujar Sandy.

0 Parit Meluap

 Analisa
Analisa/junaidi gandy. Dua pengendara sepeda motor melintasi jembatan parit busuk di persimpangan Jalan Gandhi dan Jalan Emas Medan yang meluap hingga ke badan jalan, Minggu (3/4).

Hujan lebat selama satu jam yang mengguyur Kota Medan mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir karena daya tampung parit atau drainase tidak memadai.

0 Gedung Akbid Senior Medan Ambruk, 9 Mahasiswi Tertimbun


RUBUH: Ruangan Akbid Senior Jalan Bahagia Padang Bulan yang salah satu sisinya rubuh, tadi malam (3/4).

SumutPos
Bangunan 4 Lantai Keropos Diduga Akibat Banjir
MEDAN-Gedung Kampus Akademi Kebidanan (Akbid) Senior Jalan Bahagia Gang Pelita Nomor 32, Padang Bulan, Medan ambruk sekitar pukul 21.00 WIB, tadi malam. Konstruksi bangunan yang lapuk diduga menjadi penyebab runtuhnya bangunan empat lantai itu.
Bangunan yang bissanya menampung 1.200 mahasiswa itu rubuh di dua bagian. Pertama berukuran 4 X 5 meter persegi runtuh dari lantai empat hingga lantai satu dan kemudian berukuran 4 X 5 meter persegi dari lantai dua ke lantai satu.
Sembilan mahasiswi dikabarkan ikut terjatuh bersama bangunan dan tertimbun. Tim evakuasi masih terus bekerja mencari. Seorang anggota Tim SAR memastikan, ada korban jiwa di reruntuhan namun belum bisa dipastikan jumlahnya.
Satu ambulans sudah disiagakan tetapi belum ada korban yang ditemukan.
Karena kendala peralatan, pencarian korban tidak bisa maksimal. Evakuasi optimal baru akan dilakukan esok pagi. “Kalau tak ada alat berat, kami tidak bias mengevakuasi,” kata petugas tersebut.
Pantauan Sumut Pos di lapangan, gedung Kampus Akbid ambruk di bagian kanan setinggi empat lantai. Sementara di sudut kanan gedung yang merupakan bagian dari Universitas Generasi Muda Medan itu ambruk hingga lantai dua. Dan gedung tersebut dalam keadaan miring.
“(Ruang yang runtuh) itu jemuran dan kamar siswa. Karena dengar suara seperti gempa kami lihat siswa banyak yang sudah turun. Mudah-mudahan tidak ada korban,” ungkap dua siswi tingkat dua asal Sibolga dan Serdang Bedagai yang tak ingin namanya disebut.
Keduanya lalu menuturkan, saat banjir Jumat (1/4) lalu, gedung itu terendam hingga 3 meter. Pascabanjir, bangunan mengalami keretakan diduga akibat terkikis air. Bagian kanan gedung memang berbatasan langsung dengan Sungai Babura. Bahkan pondasi gedung terlihat langsung tertanam ke dalam sungai.
Hal itu menyebabkan keduanya dan mahasiswi lainnya mengambil sikap waspada. Gedung yang ambruk dilantai empat merupakan ruang bangsal asrama perempuan. Lantai tiga, ruang belajar mengajar mahasiswa.
Seorang mahasiswa menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sebagian mahasiswa sudah ada yang tertidur, mandi. Sebelum ambruk, ibu asrama bermimpi jika gedung asrama tersebut ambruk pada Sabtu (2/4) lalu.
Untuk sementara para mahasiswi ditampung di dua tempat yaitu Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dan masjid terdekat. Sementara di gereja sempat terjadi kekalutan. Salah seorang masyarakat mengaku belum menemukan saudaranya Nuri. “Maksudnya biar kita tarik daripada trauma. Nomornya bisa dihubungi tapi gak diangkat,” aku pria yang tak ingin namanya disebut.
Hingga pukul 24.00 WIB, mahasiswa belum diperbolehkan masuk ke gedung. Mahasiswa sedang didata pihak kampus. Dikumpulkan di gereja GBKP yang berada persis didepan kampus.
Puluhan orangtua dan keluarga mahasiswa terlihat ada yang menjemput mahasiswa untuk dibawa pulang. Atau pun melihat kondisi setelah mendengar kabar tersebut.
Sementara, belasan orangtua mahasiswi menuntut kejelasan pihak yayasan sebagai pihak yang dianggap paling bertanggung jawab. Karena pihak yayasan dianggap tak kunjung memberi kejelasan, belasan orangtua itu dibawa pihak ayaysan ke sebuah rumah di Jalan Mawar. Belum diketahui ke rumah mana para orangtua tersebut dibawa. Pukul 01.20, pihak yayasan kembali membawa orangtua mahasiswa yang belum ditemukan tersebut dalam tiga mobil ke arah padang bulan.
Sementara itu, 20 petugas brimob berseragam lengkap yang berjaga di lokasi meminta makan dan minum dari pihak yayasan. “Brimob juga manusia,” ungkap salah satu dari mereka.
Akibat banyaknya massa yang menonton kejadian tersebut, arus lalu lintas di Jalan Jamin Ginting macet akibat warga yang penasaran melihat runtuhnya gedung. Terlihat sejumlah polisi dilokasi. Namun, garis polisi belum terpasang. (jul/adl/saz/mag-8/mag-9)

0 Mengungsi

Analisa
Analisa/ferdy. Sejumlah warga terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman Masjid Muttaqin Jalan Luku, Kwala Bekala, Jumat (1/4). Mereka terpaksa mengungsi akibat ratusan rumah yang berada di pinggiran Sungai Babura meluap.

0 Melahirkan saat Banjir Besar, Ibu dan Bayinya Dievakuasi Pakai Perahu Karet

SumutPos 
Kuasa Tuhan, Anak Kami Lahir Selamat
Di tengah kondisi banjir besar yang melanda Kota Medan dan sekitarnya, Jumat (1/4) dini hari, Tety Herlina Siregar (31) melahirkan bayi ketiganya. Bagaimana kisahnya hingga ia dan bayinya dievakuasi dengan perahu karet?
Di tengah kondisi memprihatinkan pascabanjir besar yang melanda Kota Medan sekitarnya, pasangan suami (pasutri) istri M Sulaiman Daud (39) dan Tety Herlina Siregar termasuk orangtua yang bahagia. Luapan air tidak mampu menenggelamkan rasa syukur atas rahmat yang diberikan pencipta kepada mereka.
Pasutri warga Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan IV Kambes Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, itu bahagia setelah anak ketiga mereka lahir. Bayi laki-laki itu lahir saat rumah mareka terendam air.
Sulaiman mengisahkan kejadian yang dianggapnya ajaib ini. Istrinya Tety yang sudah mengandung selama 9 bulan, merasakan tanda-tanda akan melahirkan Kamis malam. “Sejak tadi malam istri saya sudah kesakitan karena mau melahirkan,” ujarnya.
Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB, Tety mengeluh tidak tahan lagi sehingga dibawa ke Klinik Rose, tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Sulaiman turut membawa dua anak mereka. Di klinik, Tety langsung ditangani bidan bernama Rose dan tak lama kemudian lahirlah seorang bayi laki-laki sehat dengan proses normal. Pagi itu, kondisi jalanan becek setelah wilayah itu diguyur hujan dari malam hingga pukul 3 pagi.
Setelah melahirkan, Tety yang masih dalam kondisi lemah beristirahat di klinik tersebut. Namun, tiba-tiba sekitar pukul 07.00 WIB, air meluap dan mulai menggenangi klinik. Dari informasi yang mereka dapat dari warga sekitar, tanggul Sungai Deli jebol karena tidak bisa menahan debit air yang datang dari hulu sungai.
Masuknya air membuat panik bidan berusia sekitar 40-an tahun itu dan suaminya. Tak ingin anak dan istrinya terjebak di klinik, suaminya langsung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk mengevakuasi istri dan ketiga anaknya.
Warga sekitar kemudian memberitahukan kepada kepala lingkungan untuk meminta pertolongan kepada Tim PMI yang kebetulan turun ke lokasi kejadian banjir tersebut. Kepala lingkungan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PMI.
Tak lama, tim PMI datang menggunakan perahu karet tiba untuk mengevakuasi Tety dan anaknya. Warga sekitar berbondong-bondong membantu mendorong perahu karet tersebut hingga ke tempat yang tidak tergenang air lagi.
Setelah itu, Tety dan bayi mungilnya dibawa dengan mobil PMI ke klinik Mariyati di Jalan Young Panah Hijau Lingkungan 8 Kelurahan, yang masih satu kelurahan dengan tempat tinggal mereka. Setibanya di Klinik Mariyati, istri dan anaknya langsung dibawa masuk ruangan untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
“Ini kuasa Tuhan. Pada waktu bencana banjir melanda, anak saya pun lahir,” ujarnya yang senang. “Istri saya saat ini masih terbaring di ruangan klinik (Klinik Mariyati) karena masih lemas akibat melahirkan tadi pagi,”jelasnya.
Sulaiman belum memberi nama anak ketiganya itu. “Kami belum memberikan nama kepada anak kami, yang penting anak kami lahir dengan selamat. Kemungkinan anak saya nanti akan saya berikan nama yang khusus karena melahirkannya pada saat bencana bajir,” tambahnya.
Sulaiman mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak PMI, Koramil dan juga warga sekitar yang sudah membantu melakukan evakuasi keluarganya. “Saya ucapkan terimakasih kepada mereka karena telah membantu saya, dan juga kepada bidan yang sudah membantu persalinan istri saya dengan baik,” katanya.
Dia berharap agar bencana banjir yang terjadi saat ini, cepat surut. “Agar kami bisa kembali menempati rumah kami dengan anak yang baru lahir,” tandasnya. (*)

Delete this element to display blogger navbar

 
© 2010 Koran Medan is proudly powered by Blogger